Pake
jilbab apa ya hari ini? Pantas gak ya aku pake yang ini,,atau yang itu saja ya?
Itulah selintas pertanyaan yang selalu ada di benak kita ketika kita beranjak
pergi. Penampilan memang hal yang sangat diperhatikan terutama bagi kaum
wanita. Karena pakaian sedikit banyak menggambarkan identitas pemakainya,
walaupun tidak sepenuhnya. Namun itulah yang akan dinilai pertama kali oleh
orang yang melihat. Terlebih lagi untuk seorang muslimah. Memilih baju
tentu bukan sekedar yang disuka.
“Katakanlah kepada wanita yang
beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau
saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau
putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau
budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita..” (QS. An-Nuur : 31).
Dewasa
ini sudah tak jarang kita temui wanita berjilbab. Namun yang sangat di
sayangkan banyak di antara kita berjilbab hanya semata – mata mengikuti tren yang sedang nge- hit. Dan bagi kalangan anak muda sekarang baju tren dan nge – hit itu identik dengan baju yang ketat, dan membentuk lekuk
tubuh kita. Hmmm,,, bayangkan saja
kita memakai baju seperti itu, bukankah akan mengundang kejahatan dan sangat
membahayakan kita. Sahabatku, cantik itu adalah dambaan setiap wanita tapi
cantik itu bukan dengan memperlihatkan bentuk tubuh kita, mengenakan perhiasan
yang berlebihan, memakai make – up
yang berlebihan. Dan ketahuilah Setiap wanita diciptakan dalam keadaan cantik,
seperti bunga yang sedang mekar, namun kecantikan yang dimiliki setiap bunga
itu berbeda-beda, begitu juga dengan seorang wanita. Pada dasarnya kita itu
cantik, dan alangkah sempurnanya cantik kita jika kita berjilbab sesuai fiqh
wanita. Cantik itu bukan hanya dari apa yang di lihat orang saja, namun dari
akhlak kita, dan yang paling penting dari kecintaan kita kepada Allah. Bukankah
kita berharap akan menjadi golongan bidadari surga, cantiknya abadi tak lekang
oleh waktu.
“Berkat shalat, puasa, dan ibadah
mereka. Allah menjadikan wajah mereka bercahaya, dan memakaikan tubuh mereka
dengan kain sutera: kulit mereka berwarna putih bersih; pakakian mereka
berwarna hijau; perhiasan mereka berwarna kuning; tempat pendupaan mereka
adalah mutiara; dan sisir mereka adalah emas. Mereka berkata: Kami adalah
wanita – wanita abadi yang tidak akan mati selamanya. Kami adalah wanita –
wanita yang berbahagia yang tidak akan mengalami kesusahan selamanya. Kami
adalah wanita – wanita yang tetap berada di tempat tinggal dan tidak akan
pernah keluar rumah selamanya. Kami adalah wanita – wanita yang selalu ridha
dan tidak akan pernah marah selmanya, maka berbahagialah orang yang kami
menjadi miliknya dan dia menajdi milik kami.” (HR.Thabrani).
Nah,
dari hadist di atas kan jelas, cantik yang abadi itu adalah wujud cinta kita
kepada Allah. Melalui amalan – amalan kepadaNya yang mampu mendekatkan diri
kita kepada Allah. Karena makin dekat kita kepada Allah makin Allah sayang
kepada kita. Dan bukan kah segala sesuatu di muka bumi ini adalah milik Allah,
jika Allah sayang kepada kita niscaya Allah pun akan memberikan cahaya
cantiknya kepada kita pula. Agar Allah makin sayang kepada kita, berjilbablah
sesuai fiqh wanita. Berjilbab dengan benar – benar menutup aurat. Sekarang
banyak kok baju muslimah yang trendy dan
syar’i. Allah itu mengistimewakan
kita, makanya Allah menjaga kita.
Wanita itu ibarat sebuah bunga yang
sangat harum dan cantik. Cantiknya itu akan terjaga dengan baik jika bunga itu
engkau simpan di sebuah kotak yang terkunci. Tiada seorang pun yang mampu
mengambilnya, memegangnya, memetiknya dengan se- enak hati. Hingga kunci itu
jatuh pada orang yang terpilih