my love song

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Rabu, 23 Mei 2012

Aku Cantik Karena Jilbabku



Pake jilbab apa ya hari ini? Pantas gak ya aku pake yang ini,,atau yang itu saja ya? Itulah selintas pertanyaan yang selalu ada di benak kita ketika kita beranjak pergi. Penampilan memang hal yang sangat diperhatikan terutama bagi kaum wanita. Karena pakaian sedikit banyak menggambarkan identitas pemakainya, walaupun tidak sepenuhnya. Namun itulah yang akan dinilai pertama kali oleh orang yang melihat.  Terlebih lagi untuk seorang muslimah. Memilih baju tentu bukan sekedar yang disuka.
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita..” (QS. An-Nuur : 31).
Dewasa ini sudah tak jarang kita temui wanita berjilbab. Namun yang sangat di sayangkan banyak di antara kita berjilbab hanya semata – mata mengikuti tren yang sedang nge- hit. Dan bagi kalangan anak muda sekarang baju tren dan nge – hit itu identik dengan baju yang ketat, dan membentuk lekuk tubuh kita. Hmmm,,, bayangkan saja kita memakai baju seperti itu, bukankah akan mengundang kejahatan dan sangat membahayakan kita. Sahabatku, cantik itu adalah dambaan setiap wanita tapi cantik itu bukan dengan memperlihatkan bentuk tubuh kita, mengenakan perhiasan yang berlebihan, memakai make – up yang berlebihan. Dan ketahuilah Setiap wanita diciptakan dalam keadaan cantik, seperti bunga yang sedang mekar, namun kecantikan yang dimiliki setiap bunga itu berbeda-beda, begitu juga dengan seorang wanita. Pada dasarnya kita itu cantik, dan alangkah sempurnanya cantik kita jika kita berjilbab sesuai fiqh wanita. Cantik itu bukan hanya dari apa yang di lihat orang saja, namun dari akhlak kita, dan yang paling penting dari kecintaan kita kepada Allah. Bukankah kita berharap akan menjadi golongan bidadari surga, cantiknya abadi tak lekang oleh waktu.
“Berkat shalat, puasa, dan ibadah mereka. Allah menjadikan wajah mereka bercahaya, dan memakaikan tubuh mereka dengan kain sutera: kulit mereka berwarna putih bersih; pakakian mereka berwarna hijau; perhiasan mereka berwarna kuning; tempat pendupaan mereka adalah mutiara; dan sisir mereka adalah emas. Mereka berkata: Kami adalah wanita – wanita abadi yang tidak akan mati selamanya. Kami adalah wanita – wanita yang berbahagia yang tidak akan mengalami kesusahan selamanya. Kami adalah wanita – wanita yang tetap berada di tempat tinggal dan tidak akan pernah keluar rumah selamanya. Kami adalah wanita – wanita yang selalu ridha dan tidak akan pernah marah selmanya, maka berbahagialah orang yang kami menjadi miliknya dan dia menajdi milik kami.” (HR.Thabrani).
Nah, dari hadist di atas kan jelas, cantik yang abadi itu adalah wujud cinta kita kepada Allah. Melalui amalan – amalan kepadaNya yang mampu mendekatkan diri kita kepada Allah. Karena makin dekat kita kepada Allah makin Allah sayang kepada kita. Dan bukan kah segala sesuatu di muka bumi ini adalah milik Allah, jika Allah sayang kepada kita niscaya Allah pun akan memberikan cahaya cantiknya kepada kita pula. Agar Allah makin sayang kepada kita, berjilbablah sesuai fiqh wanita. Berjilbab dengan benar – benar menutup aurat. Sekarang banyak kok baju muslimah yang trendy dan syar’i. Allah itu mengistimewakan kita, makanya Allah menjaga kita.
Wanita itu ibarat sebuah bunga yang sangat harum dan cantik. Cantiknya itu akan terjaga dengan baik jika bunga itu engkau simpan di sebuah kotak yang terkunci. Tiada seorang pun yang mampu mengambilnya, memegangnya, memetiknya dengan se- enak hati. Hingga kunci itu jatuh pada orang yang terpilih